Jadwal Kegiatan

Ibadah Umum - (08PM - 09PM)
Ibaadah Remaja - (09PM - 10PM)

Khotbah Buka Tahun Tgl 01 Januari 2022 : Wahyu 21:1-6a

 

 

Invocatio      : Beginilah firman Tuhan, Raja dan Penebus Israel, Tuhan semesta Allam  

                   “ Akulah yang terdahulu  dan Akullah yang terkemudian; tiadk ada Allah selain dari padaKu (Yes 44:6)

Ogen           : Pengkhotbah 3:1-13

Khotbah      : Wahyu 21: 1-6a

Tema          : Tuhanlah Erkuasa Mula Mula Seh Ku Kedungenna

Pendahuluan

Ada kalimat bijak yang mengatakan “ Setiap orang ada waktunya dan setiap waktu ada orangnya”. Dari kalimat bijak ini  ada beberapa hal yang dapat kita lihat. Pertama manusia itu adalah manusia yang terbatas. Kita bisa punya jabatan, kita bisa punya kuasa, kita bisa memiliki harta. Tapi bersamaan dengan itu semua yang kita miliki itu terbatas ada kalanya beriring dengan waktu kita akan meninggalkan atau ditinggalkan. Contoh kita bisa punya kuasa tapi tiba saatnya kita akan ditinggalkan dan meninggalkan kuasa tersebut.Sampai saat ini kita sangat merasakan bagaiman dampak dari  covid 19 membuat kita semua manusia hidup dalam keterbatasan. Covid 19 mengajari kita bahwa sehebat apa juga manusia adalah manusia yang terbatas. Karena manusia  terbatas maka manusia tidak dapat menyelesaikan segala masalah dan persolanya kita butuh penolong atau kuasa yang dapat menolong kita dan mendukung kita sehingga kita dapat menjalani kehidupan kita. Kita sudah melewati satu tahun kehidupan kita. Dalam satu tahun yang telah berlalu banyak sekali peristiwa yang terjadi dalam hidup kita yang juga mengajar kita arti keterbatasan. Semua itu kita bisa lalui dan hari ini kita telah diantarkan di dalam hari pertama di tahun yang baru. Kita masih memiliki perjalanan yang panjang, perjalanan yang kita tidak tahu apa yang akan terjadi karena kita terbatas    untuk itu kita tentu butuh  kuasa yang tidak terbatas yang dapat menopang kita. Kuasa siapakah yang akan kita andalkan di dalam memasuki dan menjalani tahun yang baru ini?

Pembahasan Nats

Bacaan kita di dalam kita Pengkhotbah 1:1-13 adalah sebuah penilaian mendalam dari penulis mengenai hidup manusia. Ia mengamati dari berbagai sisi dan aspek hidup manusia (14). Dan ia tiba pada sebuah kesimpulan yang mengejutkan dan kadang sulit bagi kita untuk menerima dan memahaminya. Kesimpulanya adalah semua sia sia, kata yang dipakainya berarti hampa sesuatu yang tidak berbobot seperti angina (tiga kali ditulis di dalam ayat 2). Manusia lahir lalu mati demikan berulang seterusnya tampa makna. Segala sesuatu yang kita banggakan didunia ini, yang kita agungkan, usahakan dan pertahankan adalah kesia-siaan. Peristiwa alam, semua kerja keras, semua hikmat, semuanya sia sia. Dari sini sebenarnya Pengkhotbah ingin memberikan pemahaman mengenai keterbatasan dari hidup manusia. Selain itu Penghotbah mau menegur manusia agar tidak menaruh harapakan kepada segala sesuatu yang terbatas tersebut dan  juga menghancurkan pemahaman manusia yang saat itu banyak mengandalkan segala sesuatu yang dimilikinya banyak berharap kepada kekuatanya sendiri dan juga kepada dunia ini. Penghotbah ingin menyadarkan kita bahwa segala sesuatu hanya akan berarti bila dalam iman kepada Allah.Dalam bacaan kita juga ditegaskan bagaimana manusia itu dibatasi dengan segala sesuatunya semua situasihidup kita ada pada waktu yang sudah ditetapkan oleh Tuhan. Ini jelas memberikan pemahaman kepada kita bagaimana manusia itu sangat terbatas. Dan untuk mengatasi keterbatasn tersebut kita membutuhkan Tuhan. Terlebih ada hal yang dalam hidup kita terjadi lebih cepat dan lebih lambat dan hal ini kadang membuat masalah dan kita tidak siap dengan situasi tersebut. Dan untuk menyelesaikanya kita butuh Tuhan sebab kita terbatas. (Pengkotbah 3:1-13) Pada sisi lain kita juga melihat apa yang dialami oleh bangsa Israel mereka yang sudah ada di dalam pembuangan merasa ketidak bergunaan segala sesuatu yang mereka miliki, mereka hidup dalam penderitaan merka hidup dalam pembuangan, apa yang mereka banggakan tidak dapat melepaskan mereka dari pergumulan tersebut. Untuk itulah nabi Yesaya mengingatkan hanya Tuhan yang mampu menolong mereka sebab hanya Tuhan yang berkuasa dari dulu sampai selama lamanya. Tuhan tidak pernah berubah Ia tetap setia dan berkuasa walau bangsa Israel berubah.  Tidak ada tuhan tuhan yang lain yang mampu melakukanya. (Yes 44:6). Hal ini ditekankan Yesaya agar bangsa Israel yang ada dipembuangan tidak berharap kepada manusia dan tidak berharap dan meminta pertolongan kepada tuhan tuhan yang ada disekitarnya. Tapi tetap berharap dan juga meminta tolong kepada Tuhan. Hal itu juga yang harus kita lakukan saat ini. Pada kehidupan kita masa covid 19  ini kita sangat melihat keterbatasan yang dimiliki oleh manusia semua yang dimiliki manusia yang selama ini sebagai kebanggaan tidak mampu menjawab masalah kita. Untuk itu kita harus tetap beriman dan berharap kepada Tuhan. Kenapa kita harus tetap beriman dan berharap ini kepada Tuhan ini  dijelaskan lagi di dalam bahan khotbah kita. Dalam bahan Khotbah ini kita melihat apa yang bisa dilakukan oleh Tuhan buat kita dalam kehidupan  sekarang dan juga pada masa yang akan datang. Bahan Khotbah kita kitab Wahyu yang ditulis oleh Yohanes menggambarkan sebuah penyingkapan atau pengelihatan sesuatu yang tersembunyi yang  akan wujudkan di masa depan. Kitab ini sering dikaitkan dengan kedatangan Tuhan kembali dan pemerintahanNya. Yohnes melihat ada suatu perubahan dan perubahan ini berkaitan dengan kualitas dan mutu dari segala sesuatu yang ada sebagai contoh dengan menggambarkan berakhirnya bumi yang lama dan munculnya bumi yang baru. Lebih nyata lagi kita melihat adanya suatu kepemimpinan yang baru dan juga hilangnya segala penderitaan yang selama ini ada dan  hadir di dalam kehidupan kita sehari hari. Penderitaan itu sangat jelas di gambarkan di dalam ayat 4 menghapus segala air mata , maut tidak ada lagi, perkabungan tidak ada lagi sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalau. Jadi dari Bahan khotbah ini jelas penulis ingin mengatakan ada beberapa hal yaitu: Kehidupan kita saat ini sedang menuju kepada langit dan bumi yang baru. Waktu waktu yang kita lalui saat ini adalah waktu yang harus kita lalui untuk sampai kepada tujuan dan dalam melaluinya mungkin saja banyak masalah yang akan terjadi walau kita hidup di dalam tahun yang baru. Jangan sampai masalah yang ada membuat kita lari dari tujuan yang akan hendak kita tuju tersebut. Kedua pengelihatan dan wujud yang hendak kita capai itu memberikan pengharapan dan juga semangat buat kita di dalam  menjalani kehidupan yang akan kita lalui. Kita juga harus mengimaninya bahwa itu akan terwujud. Selain itu  kita harus mengerjakan bagian kita untuk mewujudkannya. Sama seperti jika seorang anak akan dijanjikan sebuah hadiah jika ia mendapat nilai yang bagus. Tentu hadiah tersebut belum kelihatan tetapi untuk mendapatkan hadiah tersebut tentu butuh usaha dan kerja keras. Ketiga penulis mengatakan dengan sangat jelas dan ini yang paling penting semua yang baru itu terjadi karena adanya Tuhan sebab di dalam kuasanya semuanya itu bisa terjadi ( 5 dan 6) Jadi masa depan itu ada di dalam tangan Tuhan dan Tuhanlah yang menyiapkanya dan bersama dengan Tuhanlah kita berjalan ke arah masa depan tersebut. Dari ketiga bahan alkitab kita dapat melihat ada beberapa poin penting yang bisa kita angkatkan di dalam khotbah kita yaitu:

1.Kita bersyukur karena Tuhan sudah mengantarkan kita melalui tahun yang lama dan hari ini kita masuk kedalam hari pertama di  tahun yang baru. Walau berbagai macam masalah dan pergumulan yang telah terjadi tetapi kita bisa melalauinya semua ini karena anugrah dari Allah kepada kita,

2.Mari kita menyadari bahwa kita adalah manusia yang terbatas hal ini jelas dikatakan di dalam bacaan kita dalam kitab Penghotbah. Bahkan keterbatasan itu semakin nyata ketika ada masalah ini yang digambarkan oleh kitab Yesaya ketika bangsa Israel ada di dalam pembuangan. Demikian juga dengan perjalanan hidup kita ditahun yang baru ini kita tidak tahu apa yang akan terjadi itu artinya kita manusia yang lemah dan terbatas. Kita juga memiliki pengetahun yang terbatas akan situasi hidup kita ditahun yang baru ini.

3. Penulis Yesaya dan Juga Wahyu mengatakan bahwa hanya kuasa Tuhan yang mampu menolong kita dan di dalam kuasaNyalah hidup kita. Di dalam kuasaNyalah masa depan kita. Penyingkapan yang diberikan oleh Yohanes mengarahkan kita kepada tujuan kita dan masa depan kita. Dan untuk sampai kesana maka kita harus menjalani kehidupan kita di dunia ini sebab itu akan diwujud nyatakan dimasa depan kita  dan sebelum itu sampai kita harus tetap menjalani kehidupan kita didunia ini terlebih didalam menjalani tahun yang baru yang diberikan Tuhan. Dalam pertolonganNya dan kuasaNya yang tidak terbatas tersebut  kita menjalaninya. Andaikan seperti berjalan maka jalan yang selalu kita jalani saja kita masih bisa tersandung dan jatuh. Tahun yang baru adalah sebuah situasi baru atau  jalan yang baru yang akan kita tempuh jika kita tidak bersama dengan Tuhan kita tidak akan mampu melaluinya. Jangan andalakan kemampuan kita, kekuatan kita sebab semua itu  terbatas.

4. Tetapi walau terbatas kita juga harus mengerjakan apa yang bisa kita lakukan. Kita tidak bisa berpangku tangan. Sebab kita juga harus mengerjakan bagian kita untuk mewujudkan apa yang Tuhan telah singkapkan.Demikian juga ketika kita menjalani kehidupan kita di tahun yang baru ini.

 

Pdt Luter Efrata Girsang STh

 

Khotbah Nutup Tahun 31 Desember 2021 : Jeremia 29:10-14

Invocatio    : Keleng ateNa mbincar teptep erpagi-pagi, bali tetapna ras matawari si pultak arah Timur (Perngandungen 3:23)

Ogen           : Ogen 5:13-16 (Tunggal)

Khotbah      : Jeremia 29:10-14 (Tunggal)

Tema           : Dibata nikapken wari si Pepagi man banta

KATA PERLEBE

Ada lagu rohani yang mengingatkan kita bahwa kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan dalam hidup kita, “tak ku tahu kan hari esok, namum langkahku tetap, bukan surya ku harapkan, karna surya kan lenyap. O betapa ku gelisah  akan masa menjelang, ku berjalan dengan Yesus, maka hatiku tenang. Banyak hal tak ku pahami, dalam masa menjelang. Tapi trang bagiku ini, tangan Tuhan yang pegang.” Sekali nari Lalit simetehsa kerina warinta si pepagi. Apakah terang ntah gelap, berhasil ntah gagal, sehat ntah sakit, tapi sada sipasti, Dibata la pernah nadingken kita. Keleng ateNa la pernah erleka man banta sierbahanca tetap kita mejuah-juah, bahkan ngasup jadi berkat sekali pe i bas erbage-bage situasi sulit sibakal sialami.

Rancangen Tuhan tetap maba kiniulin i bas geluhta, bahkan i bas situasi silabagi ukurta sekali pe, sabab Ia simemeng kendali, berdaulat penuh i bas geluhta. Kai siterjadi man Jusuf sebagai salah sada contoh, maka enggo jahat sura-sura seninana man bana, tapi banci iubahken Tuhan jadi mehuli. Emaka i bas kita nutup tahun enda, mulihi kita ipersingeti, Dibata ngenca nikapken wari sipepagi man banta (Hanya Tuhan yang merancang kehidupan kita). Sura-sura Tuhan nandangi geluhta guna wari pepagi walaupe lenga jelas, sada hal sipasti maba kiniulin ( TB-LAI membawa damai sejahtera, bukan kecelakaan).

PEBAGESI TEKS

Perikop enda merupaken jawaban ibas perkataan si la benar si belasken nabi Hanania  (ps. 28), seolah-olah Dibata singerana, maka kuasa Raja Babilon enggo iperperken, maka dua tahun ngenca bangsa Yuda i pembuangen Babel. Tentu saja nubuaten palsu enda erbanca turah pengarapen, tapi enggo pasti pengarapen palsu (PHP).

Emaka Jeremia alu suratna nuriken perkataan Tuhan, si tole jadi pergegeh, pengarapen sekaligus kesabaren, sebab labo dua tahun tapi pitu puluh tahun bangsana enda iambeken ku Babel. Surat Jeremia enda itulis kenca sada ntah dua tahun bangsa enda i pembuangen Babel  (597 SM).

Ibenai alu kai saja siarus ilakoken bangsa enda mengisi aktivitas kegeluhen selama i pembuangen (ps. 29:4-7;  majeken rumah, suani peken, erjabu dingen mupus, erdahin guna kiniulin kota ras erototo guna keperlun kota e sabab adi sikap bangsa e, bangsa Juda pe ikut nge sikap). Ertina, alu tetap beraktivitas, maka wari-wari kegeluhen bangsa Dibata enggo terisi alu erbage kegiaten sierbahanca la gejap kepeken enggo pitu puluh tahun bangsa enda i pembuangen Babel. Selain si arah kai siilakoken bangsa Juda  maka enggo jadi pasu-pasu man Babel sinaban bangsa enda.

Sipeduaken, sijadi bahan perikopta eme kata pengarapen, janji pemulihen kerna masa depan bangsa e, kenca enggo idalanina masa pitu puluh tahun i Babilon.

Piga piga poin penting siikataken Tuhan arah Jeremia :

Tuhan tetap mperdiateken umatNa, ras padan siisehkenNa pasti itepatiNa, maka ibaba Tuhan mulihken bangsa Juda ku Jerusalem. Ras enda terbukti asum pemerentahen raja Persia, Koresy/ Koresh Agung. Maka musuh sekali pe banci ipake Tuhan guna mereken serpang pulah man umatNa. (Bnd. Esra 1:1 Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini:  Bahasa Karo Si enda ilakoken TUHAN alu pekeke ukur Raja Kores). Situhuna, lit sura-sura sila mehuli i bas raja Kores ngulihken Israel pembuangen nari ku Babel, gelah banci iperluasa daerah jajahahen she ku Israel. Sekaligus ibuatna ukur umat Tuhan gelah banci ipandang sebagai pembebas si tuhu-tuhu mehuli kel ukurna. Tapi adi siidah Esra 1:1 ndai maka jelas, Tuhan sendiri simpekeke ukur Koresh, Tuhan menggerakan hati raja Koresh, walaupe tujun raja Koresh eme guna stabilitas politikna jine.

Dibata ngenca simetehsa sura-suraNa nandangi bangsaNa, eme gelah bangsaNa senang labo cilaka. Walau sekali lit bas penghukumen, cara Dibata guna mpelimbarui bangsaNa, gelah jadi bangsa si taat man Tuhan. Rencana Tuhan eme mereken wari si pepagi bagi siiarapken umatNa (Ind : Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepada umatNya masa depan yang penuh harapan). Arah peristiwa pembuangen i Babel, umat Tuhan mulihi ku bas missi awalna umat Tuhan idilo eme jadi model bangsa si nggeluh guna Tuhan, bangsa si kudus, jadi imam-imamNa (Kel. 19:5-6). I Babel me umat Tuhan jadi teladan, model man lingkunengen uga kini arusna menyikapi erbage-bage kesuliten alu tetap lit hal-hal sipositif, peluang guna erbahan simehuli. Ertina, arah si la mehuli e pe banci iobahken Tuhan jadi mehuli guna kiniulin man umatNa. Sabab Tuhan sierdolat penuh i bas kegeluhen umatNa.

Janji Tuhan arus irespon umatNa alu tetap setia ernalem man Tuhan, mengandalkan Tuhan (Erlebuh, ertoto, ndarami Tuhan alu bulat ukur), maka Tuhan ngaloi ras njumpai umatNa. Pertoton siipenangkih umatNa alu ketutusen maka ibegiken Tuhan walaupe bas pembuangen. Sebab sedekah enda, bangsa enda usur ngeliami Tuhan. Ibadah terjeng formalitas ngenca, bahkan erdua tuan, maun ersembah man Tuhan, la akapna pas ersembahka man kuasa sideban. Emaka i jenda, janji kelepasen arus irespon alu perubahen sikap i bas ernalem man Tuhan. Bulat ukur ersembah man Tuhan, la banci setengah hati.

APLIKASI

Berngi/wari enda sibahan kebaktin akhir tahun. Ngataken bujur kita ibas itaruhkenNa kegeluhenta seh ibas wari si sendah. Enda nuduhkenca maka Dibata nemani kita mentasi tahun 2021, tahun si sulit erkiteken pandemi lenga erkedungen, tapi ibas wari/berngi enda terbukti maka Tuhan si enggo naruhken kita alu mejuah-juah she ku ujung tahun enda. Kai bakal siterjadi i bas i bas tahun pepagi sikentisik nari bakal sibengketi, la ise pe metehsa.

Kai pesan Firman Tuhan man banta :

Sada lebe, berjalan tetap dengan iman. Ola kita mbiar, aru ate, walaupe lenga bo jelas wari-warinta si pepagi. Apakah pandemi sudah berakhir, itu juga masih belum pasti. Tapi sipasti, Dibata tetap mperdiateken kita anak-anakNa. Blessing in disguise (berkat tersembunyi). Ada banyak berkat-berkat yang disediakan Tuhan, atau peluang peluang di masa sulit sekalipun. Si penting berjalan tetap dengan iman ras tetap berpikir positif, ula bene ukur/putus asa. Imani saja, rancangan Tuhan i bas geluh la enggo pernah rancangen kecelakan tapi rancangen damai sejahtera, si la mehuli pe banci iobahken Tuhan jadi mehuli banta. I bas siaran Motivasi Kick Andy Perempuan Hebat tidak menyerah Cobaan Hidup yang Berat  “Yesaya  Fermindi Hohu Penyntas kangker  payudara stadium 4  si enggo menyebar ku piga piga anggota tubuhna sideban, bahkan ku tulang belakang sierbahanca la nari ia banci erdalan.Tapi  bas sakit pinakit sialamina tetap ia ngasup jadi berkat.  Emaka i bas dahinna sebage tukang kacamata, sen siipepulungna, sebagian iberekenna man kalak si membutuhken. Dalam sakit penyakit yang dia alami, tetap produktif, bertahan, bersyukur dan menjadi berkat.

Sipeduaken, gelah rancangen Tuhan tetap erdahin i bas geluhta, maka baginta eme tetap ernalem man Tuhan. Ngasup kita tetap bertahan, , megeggeng bersyukur i bas erbage bage hal si labagi ukurta sekali pe adi tetap kita mengandalken Tuhan i bas geluhta. Bagi nina Jeremia man bangsa Israel, ertoto, erlebuh man Tuhan alu pusuh sidem pengateken bujur, ras ndarami ia alu bulat ukur.

Tuhan memberkati kita mengketi tahun simbaru tahun perkuah ate Tuhan 2022. Amin.

Pdt. Larena br. Sinuhadji

Khotbah Minggu Tgl 26 Desember : Yohanes 1:14-18

Invocatio      : Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita;  lambang pemerintahan ada di   atas bahunya, dan  namaNya  disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai     (Yesaya 9:6)

Bacaan         : Yesaya 52 : 7-11

Khotbah       : Yohanes 1 :14-18

Tema           : Firman itu telah menjadi Manusia

PENDAHULUAN 

Seandainya ada wujud yang lebih baik dari manusia, dan seandainya kita memiliki   kuasa mengubah wujud kita, tentunya kita akan mengubah wujud kita menjadi lebih baik dalam segala hal dari yang sekarang.

PENDALAMAN TEKS       

Melalui teks khotbah kita, Yohanes memperlihatkan yang dilakukan Yesus Kristus justru keterbalikan dari apa yang disebut dalam pendahuluan diatas.  Yohanes memperkenalkan Yesus kepada para pembaca dengan cara yang menarik. Mula-mula dia menyebutkan Firman itu ada bersama-sama Allah (1). Lalu, Firman tersebut menjelma menjadi manusia dan hidup di tengah-tengah manusia. Firman yang menjelma itu adalah Pribadi Ilahi. Status Pribadi Ilahi itu adalah Anak Tunggal Allah memiliki sifat penuh kasih karunia dan kebenaran (14). Pribadi inilah yang diberitakan oleh Yohanes Pembaptis bahwa keberadaan Yesus sudah ada sejak kekekalan. Di sini, kedudukan Yohanes Pembaptis lebih rendah daripada derajat Yesus. Tugas Yohanes Pembaptis hanyalah pembuka dan menyiapkan jalan datangnya Kerajaan Allah melalui  Yesus Kristus. Sedangkan status Yesus Kristus adalah Anak dari Sang Pemilik Kerajaan Allah (15).
Yesus Kristus adalah penyataan (wahyu) yang konkret dari Allah kepada manusia. Ia yang dipenuhi oleh kemuliaan surgawi rela menanggalkan semuanya itu untuk menjadi manusia fana. Ia melakukannya supaya ciptaan-Nya mengetahui bahwa ada Allah yang mengasihi, menyayangi, dan mau menyiapkan jalan keselamatan kepada manusia berdosa. Hanya dengan cara itu saja manusia berdosa dapat melihat Allah dan memperoleh kasih karunia Allah yang besar melalui Yesus Kristus. Sebab di luar Yesus Kristus, termasuk hukum Taurat, tidak ada seorang pun yang tahu jalan masuk menuju ke hadirat Bapa surgawi. (16-18).

Kesaksian Perjanjian Lama mendukung apa yang dituliskan oleh Yohanes tentang Yesus Kristus. 

Teks invocatio, Yesaya berbicara tentang datangnya seorang pelepas yang pada suatu hari akan menuntun umat Allah kepada sukacita, damai sejahtera, kebenaran, dan keadilan; Dia adalah Mesias -- Yesus Kristus, Anak Allah.

Teks bacaan menyatakan kebenaran penting tentang Mesias yang akan datang. Ini adalah seruan bahagia dari Yesaya tentang keindahan yang sangat diharap-harapkan oleh umat Tuhan yang sedang mengalami kehancuran (ay 7). Hal itu akan diwujudkan dimana Allah, Raja atas umat-Nya, kembali untuk menyatakan takhta-Nya di Israel. Jika Allah telah menyatakan takhta-Nya kembali, maka Israel pasti akan dipulihkan dari keadaannya.

Di dalam ayat 9 dan 10 dikatakan Allah akan menghibur dan menyelamatkan umat-Nya. Itulah sebab mengapa Yesus datang. Dia akan menjadi Raja atas umat tebusan yang memperoleh penghiburan mereka dari Dia. Dia menebus umat-Nya dengan nyawa-Nya. Dia tidak berperang dengan bangsa-bangsa lain untuk memenangkan umat-Nya ini. Dia tidak menaklukkan satu bangsa pun untuk menebus umat-Nya. Tetapi Dia menaklukkan maut! Dia mengalahkan apa yang selama generasi demi generasi manusia tidak ada yang sanggup kalahkan, yaitu maut. Dari Adam hingga saat ini, pernahkah ada orang yang menang atas maut? Sudah mati, tetapi mengalahkan maut. Mengalahkan maut bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk semua orang yang percaya kepada Dia. Apakah ada? Tidak ada! Tidak ada kecuali Yesus Kristus! Dialah yang menebus umat-Nya dengan mengalahkan musuh terbesar, yaitu maut.

APLIKASI

Peristiwa Firman itu telah menjadi Manusia (Tema) telah mengakibatkan  konsekwensi yang sangat pahit bagi Yesus sang Mesias. Tapi Diam au menjalaninya karena kasihNya kepada dunia ini.

Mereponi peristiwa ini seharusnya menjadi sebuah sukacita bagi kita memberitakan kabar keselamatan Allah.

Pdt Pribadi S Meliala

GBKP Rg Tambun

Info Kontak

GBKP Klasis Jakarta - Kalimantan
Jl. Jatiwaringin raya No. 45/88
Pondok Gede - Bekasi
Indonesia

Phone:
(021-9898xxxxx)

Mediate